@Kopral Geddoe
misalnya juga nih, saya jadi tuhan (tentu dong kan biar Maha Tahu ) trus nanya sama sampeyan “kenapa kamu melakukan itu ??”
nah sampeyan bakal jawab apa ??
@ mbah waton & pak kopral
bolehkah sayah (suka rela menawarkan diri) jadi propokator?
@ mbah waton
“kalo memang mbah sudah tau apa yg akan saya lakukan (berbohong) kenapa mbah membuat tuh perempuan & anaknya ngumpet di atap rumah saya? kok gak dirumah tetangga aja yg mungkin lebih jujur drpd saya?”
@ pak kopral
“bukankah Tuhan punya ukuran2 yg adil (menurut neracaNYA) antara dosa berbohong dengan pahala menyelamatkan nyawa?”
@nurma
ah, sudah mulai serius, jadi utang saya lunas yah
@Kopral Geddoe
“Saya tahu kalau Tuhan mengetahui, dan akan mengerti.”
ya ya … itu aku mengerti
@nurma
“kalo memang mbah sudah tau apa yg akan saya lakukan (berbohong) kenapa mbah membuat tuh perempuan & anaknya ngumpet di atap rumah saya? kok gak dirumah tetangga aja yg mungkin lebih jujur drpd saya?”
kamu tahu, dimensi ciptaanku (termasuk waktu) adalah sesuatu yang plain bagiku.
aku lebih tahu, “cara dan tempat” yang paling tepat menempatkan balok dirimu, balok pilihanmu di dalam puzzle semesta.
yang kamu tidak perlu risaukan, aku tidak akan meminta lebih dari apa yang kamu mampu
sori, sedikit menyinggung masaah takdir.
*menjelma lagi jadi manusia nan tampan lagi gagah perkasa (biar nggak dipanggil mbah)*
aku lebih tahu, “cara dan tempat” yang paling tepat menempatkan balok dirimu, balok pilihanmu di dalam puzzle semesta.yg kamu tidak perlu risaukan, aku tidak akan meminta lebih dari apa yang kamu mampu
nah kan? aku stuju itu. Ia gak akan meminta lebih dari kemampuan kita. Klo pak kopral merasa bohongnya itu bener (kan kita dibekali nurani..) ya udah. Biar neracaNYA yg nentuin, berat mana dosa bo’ong-nya ama pahala nyelametin 2 nyawa dlm smalem-nya.
*menjelma lagi jadi manusia nan tampan lagi gagah perkasa (biar nggak dipanggil mbah)*
Hahaha, mau tak panggil apa? eyang?
@ Santri
Manusia itu Ahsani Taqwiim, di dalam dirinya Tuhan sudah membekali dg al mulhim & al khawathir (god voice & evil voice) jika Qalbu qta tumpul, maka mulhim itu tak kan terdengar, baik-buruk pun terlihat sama.
Tapi sy percaya, org2 spt mas santri, pak kopral, dan mbah saya yg sy sayangi ini adl org2 yg punya Qalbu-nya sehat *lirik2 si mbah yg mulai keGRan* Jadi, bisa bedakan baik-buruk dg “istaftii qolbaak”
Ada memang, Pak.
Misalnya, pintu rumah saya diketuk gerombolan yahudi yang mau balas dendam pada Nazi, sementara saya menyembunyikan tentara Nazi yang sudah tobat dengan anak-istrinya yang masih kecil di dapur. Saya juga akan bohong.
Saya ndak suka liat orang dibunuh karena dendam sembarangan. Urusan sama Tuhan gimana ntar saja di akhirat
banyak contoh mas :
- Wayang : Yudhistira, untuk tetap berjalannya kehidupan. Jika jujur maka kehidupan akan timpang karena kejahatan akan merajai dunia.
soal Nazi :
setelah pintu diketuk, aku membukakan pintu
- anda yang yang bernama Didit?
- bukan.
(selesai masalah. ketidakjujuran yang menyelamatkan nyawa)
Ada kok, kalau contoh sih nggak jauh beda dari yang dibilang Mas geddoe
masalahnya adalah kebaikan itu harus ditinjau dari sudut pandang apa, Pelaku, Perbuatan atau Hasil. kalau hasilnya baik ya ketidakjujuran bisa jadi baik.
entahlah saya jadi merasa pertanyaan ini jawabannya Relatif
Sik, sik… iki tujuane pertanyaan mung sekedar ngetes lan pengen weruh jawabane wong2 ‘kan? Nguuuji sampeyan ini…
.
“adakah ketidakjujuran (alias kebohongan) yg baik?”
.
Ah, terlalu banyak modelnya, bukan lagi ada kang, mbludak malahan…
wuah … wis akeh sing nyambangi omahku tibake,
yowis … sepurane sing akeh yo rek, saya kebanyakan kelayapan di luar.
matur nuwun semuanya, atas kunjunganya, maaf ndak bisa menjamu sebagaimana mestinya
sakjane, jawaban di sini tergantung jawaban sampeyan-sampeyan di pertanyaan sebelah.
apa saya ngetest ??
wah ya ndak gitu lah, memangnya saya ini siapa,
kalau pengen tahu jawaban orang, ya … sebagian kecilnya begitu.
apapun jawaban sampeyan-sampeyan disini, nggak ada yang salah atau benar, saya hanya “mencoba” untuk membangun suatu pemahaman yang menyeluruh dari hubungan kasus per kasus. jadi silakan untuk tetap memegang pemahaman masing-masing sepulangnya dari sini, jangan pernah ngomong “mas waton lho bilang begini”, “ndak, ndak pernah begitu, ndak pernah saya menyetir sampeyan-sampeyan mesti kemana dan kemana”. sesuai dengan prinsip blog ini, “senajan waton” jadi anggap saja saya ngomong ngasal, perkara sampeyan memperoleh pemahaman baru setelah mampir disini, sumonggo … itu kelebihan sampeyan, dan itu sepenuhnya hak sampeyan, saya ndak nuntut royalti apa-apa, apalagi sampai nuntut sampeyan mesti athuk gkluthuk sama pendapat saya.
halo kang, punten…. punten basa jowonya apa sih kang? pokoknya mah salam deh ma yang punya rumah… di sini lesehan ya kang…. aku ikutan nongkrong yah… eh cangkruk ya basa jowonya…?
Ada!! Saya rasakan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Wanita itu sangat perasa. Sensitif. Kalo saya selalu jujur mengomentari masakan istri saya (kadang masakannya memang ‘terpeleset’ dari rasa yang seharusnya), atau hal lain yang harus saya tutupi dari istri saya, saya khawatir keharmonisan rumah tangga saya terganggu.
maap, saia mau numpang kasih komentar…
saia memang bukan orang yg pandai berdebat atau bersilat lidah..
tapi menurut saia tidak ada ketidakjujuran yg baek..
Sepertinya ada kisah di masa rasulullah seorang sahabat yang berkata tidak jujur kepada istrinya dan tidak disalahkan oleh beliau.
Orang syiah sendiri yang ngakunya sebagai pewaris estafet “tunggal” rasulullah itu memiliki konsep taqiyah.
Apa contoh ini termasuk strategi atau termasuk ktidakjujuran yg baik itu.
nurma berkata
Saya rasa ada mas…, contohnya kalo saya bilang
*ngumpet sebelum dilempar spatu*
“blog anda bagus deh..” kan lebih baik, timbang saya digebukin
watonist berkata
tapi saya rasa anda jujur, meski becanda
*becanda dulu, seriusnya ntar aja yah … (kalau sempet dan inget)*
Kopral Geddoe berkata
Ada, kalo misalnya pintu rumah anda diketuk tentara Nazi, sementara ada seorang wanita Yahudi dan anaknya yang masih kecil bersembuyi di atap anda.
“Wah, di rumah saya ndak ada siapa-siapa, cuma saya sendiri.”
watonist berkata
@Kopral Geddoe
) trus nanya sama sampeyan “kenapa kamu melakukan itu ??”
misalnya juga nih, saya jadi tuhan (tentu dong kan biar Maha Tahu
nah sampeyan bakal jawab apa ??
Kopral Geddoe berkata
“Buat menyelamatkan nyawa”…?
watonist berkata
“jadi kamu tidak takut ketahuan olehku, tidak memberi keterangan yang sebenarnya (pada tentara nazi itu) ??”
Kopral Geddoe berkata
“Saya tahu kalau Tuhan mengetahui, dan akan mengerti.”
nurma berkata
@ mbah waton & pak kopral
bolehkah sayah (suka rela menawarkan diri) jadi propokator?
@ mbah waton
“kalo memang mbah sudah tau apa yg akan saya lakukan (berbohong) kenapa mbah membuat tuh perempuan & anaknya ngumpet di atap rumah saya? kok gak dirumah tetangga aja yg mungkin lebih jujur drpd saya?”
@ pak kopral
“bukankah Tuhan punya ukuran2 yg adil (menurut neracaNYA) antara dosa berbohong dengan pahala menyelamatkan nyawa?”
@ kalian berdua (yg mesra & bikin cemburu aja..)
demikian propokasi sayah, harap maklum & terima kasih
*gelar tiker, nunggu kelanjutannya*
Kopral Geddoe berkata
Ya saya terima saja. Wong saya sudah berbuat apa yang menurut saya benar.
watonist berkata
@nurma
ah, sudah mulai serius, jadi utang saya lunas yah
@Kopral Geddoe
ya ya … itu aku mengerti
@nurma
kamu tahu, dimensi ciptaanku (termasuk waktu) adalah sesuatu yang plain bagiku.
aku lebih tahu, “cara dan tempat” yang paling tepat menempatkan balok dirimu, balok pilihanmu di dalam puzzle semesta.
yang kamu tidak perlu risaukan, aku tidak akan meminta lebih dari apa yang kamu mampu
sori, sedikit menyinggung masaah takdir.
*menjelma lagi jadi manusia nan tampan lagi gagah perkasa (biar nggak dipanggil mbah)*
–bersambung
Santri Gundhul berkata
Sik…sik…talah Kang,
BAIK atawa BURUK kuwi menurut ukurane sopo yoh..???
Mundhuk-mundhuk takut ditimpuk Serandhal Jepit
Kabuuuuuuuuuurrrrrrrrr….
watonist berkata
nang bab iki, ukuran umum e menungso kang
watonist berkata
tapi bisa juga ukuran baik atau buruk dari awake dhewe
nurma berkata
Waduh lupa kalo aq gak bole serius *menyesal krn “terpancing” (emang ikan??)*
Oke..oke.., back 2 de topic.
nah kan? aku stuju itu. Ia gak akan meminta lebih dari kemampuan kita. Klo pak kopral merasa bohongnya itu bener (kan kita dibekali nurani..) ya udah. Biar neracaNYA yg nentuin, berat mana dosa bo’ong-nya ama pahala nyelametin 2 nyawa dlm smalem-nya.
@ Santri
Manusia itu Ahsani Taqwiim, di dalam dirinya Tuhan sudah membekali dg al mulhim & al khawathir (god voice & evil voice) jika Qalbu qta tumpul, maka mulhim itu tak kan terdengar, baik-buruk pun terlihat sama.
Tapi sy percaya, org2 spt mas santri, pak kopral, dan mbah saya yg sy sayangi ini adl org2 yg punya Qalbu-nya sehat *lirik2 si mbah yg mulai keGRan* Jadi, bisa bedakan baik-buruk dg “istaftii qolbaak”
-salam damai-
Tgk. Alex berkata
Ada memang, Pak.
Misalnya, pintu rumah saya diketuk gerombolan yahudi yang mau balas dendam pada Nazi, sementara saya menyembunyikan tentara Nazi yang sudah tobat dengan anak-istrinya yang masih kecil di dapur. Saya juga akan bohong.
Saya ndak suka liat orang dibunuh karena dendam sembarangan. Urusan sama Tuhan gimana ntar saja di akhirat
watonist berkata
@Tgk. Alex
wah … ndak bisa mas, Tuhan bukan hanya urusan akhirat
nindityo berkata
banyak contoh mas :
- Wayang : Yudhistira, untuk tetap berjalannya kehidupan. Jika jujur maka kehidupan akan timpang karena kejahatan akan merajai dunia.
soal Nazi :
setelah pintu diketuk, aku membukakan pintu
- anda yang yang bernama Didit?
- bukan.
(selesai masalah. ketidakjujuran yang menyelamatkan nyawa)
lainsiji berkata
jujur.. aku belum bisa kasih koment karena belum baca post terkaitnya
*waktunya mepet*
nanti aku balik lagi pak :mrgreen;
*jujur*
lainsiji berkata
masih bingung nyari alesan
watonist berkata
sori, belum sempet jawab
jarang dirumah
sitijenang berkata
belum tentu jawaban yg tidak sebenarnya adalah bohong.
A: kamu liat dua yahudi?
B: mereka lari menyeberang laut. (maksudnya dulu jaman Musa)
A: (tidak paham maksudnya) Ooo begitu ya. terima kasih.
B: kembali.
aman deh… dan tetap jujur
gunawanwe berkata
white lie ? still mistery for me…
allowed or prohibited
secondprince berkata
Ada kok, kalau contoh sih nggak jauh beda dari yang dibilang Mas geddoe
masalahnya adalah kebaikan itu harus ditinjau dari sudut pandang apa, Pelaku, Perbuatan atau Hasil. kalau hasilnya baik ya ketidakjujuran bisa jadi baik.
entahlah saya jadi merasa pertanyaan ini jawabannya Relatif
esensi berkata
Sik, sik… iki tujuane pertanyaan mung sekedar ngetes lan pengen weruh jawabane wong2 ‘kan? Nguuuji sampeyan ini…
.
“adakah ketidakjujuran (alias kebohongan) yg baik?”
.
Ah, terlalu banyak modelnya, bukan lagi ada kang, mbludak malahan…
Salam,
watonist berkata
wuah … wis akeh sing nyambangi omahku tibake,
yowis … sepurane sing akeh yo rek, saya kebanyakan kelayapan di luar.
matur nuwun semuanya, atas kunjunganya, maaf ndak bisa menjamu sebagaimana mestinya
sakjane, jawaban di sini tergantung jawaban sampeyan-sampeyan di pertanyaan sebelah.
apa saya ngetest ??
wah ya ndak gitu lah, memangnya saya ini siapa,
kalau pengen tahu jawaban orang, ya … sebagian kecilnya begitu.
apapun jawaban sampeyan-sampeyan disini, nggak ada yang salah atau benar, saya hanya “mencoba” untuk membangun suatu pemahaman yang menyeluruh dari hubungan kasus per kasus. jadi silakan untuk tetap memegang pemahaman masing-masing sepulangnya dari sini, jangan pernah ngomong “mas waton lho bilang begini”, “ndak, ndak pernah begitu, ndak pernah saya menyetir sampeyan-sampeyan mesti kemana dan kemana”. sesuai dengan prinsip blog ini, “senajan waton” jadi anggap saja saya ngomong ngasal, perkara sampeyan memperoleh pemahaman baru setelah mampir disini, sumonggo … itu kelebihan sampeyan, dan itu sepenuhnya hak sampeyan, saya ndak nuntut royalti apa-apa, apalagi sampai nuntut sampeyan mesti athuk gkluthuk sama pendapat saya.
godamn berkata
halo kang, punten…. punten basa jowonya apa sih kang? pokoknya mah salam deh ma yang punya rumah… di sini lesehan ya kang…. aku ikutan nongkrong yah… eh cangkruk ya basa jowonya…?
tomyarjunanto berkata
seringnya sebuah kebohongan terasa menentramkan daripada sebuah kejujuran
zal berkata
::kebohongan apapun alasannya untuk dirinya, kejujuran apapun bentuknya untuk dirinya…, jadi ada ngga ketidakjujuran yang baik..??. yang mahal banyak
bisaku berkata
Kejujuran adalah sepahit kenyataan itu sendiri!
Ketidakjujuran adalah semanis kebohongan itu sendiri!
Jadi yang mana yang dipilih?
Karena itulah kita diberikan kebijaksanaan …
feriadi isander benhur berkata
ada nggak ya?
Zico Alviandri berkata
Ada!! Saya rasakan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Wanita itu sangat perasa. Sensitif. Kalo saya selalu jujur mengomentari masakan istri saya (kadang masakannya memang ‘terpeleset’ dari rasa yang seharusnya), atau hal lain yang harus saya tutupi dari istri saya, saya khawatir keharmonisan rumah tangga saya terganggu.
Eh btw, istri saya pintar masak lhooo…..
Snowie berkata
wah, tulisa pendek dengan deretan komen yng panjang…
*nyampah mode: OFF*
IMHO, bukan ketidak jujuran yang baik, tapi ketidak jujuran yang dimaklumi. Gemana?
Snowie berkata
omong-omong, gara-gara nggak pake avatar saya pikir nggak punya blog
[//kepedulian lingkungan yang super rendah]
Maaaf khan….
tren di bandung berkata
jujur?
ada sebuah cerita kontemplatif untuk belajar jujur…
http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/17/bocah-misterius/
vcrack berkata
maap, saia mau numpang kasih komentar…
saia memang bukan orang yg pandai berdebat atau bersilat lidah..
tapi menurut saia tidak ada ketidakjujuran yg baek..
jujur itu memang pahit kawan..
feriadi isander benhur berkata
@vcrack berkata,
jujur itu memang pahit kawan..
=======================
pahit mana dengan getah pohon mahoni? heheheeh
pasti belum pernah coba kan?
Herianto berkata
Sepertinya ada kisah di masa rasulullah seorang sahabat yang berkata tidak jujur kepada istrinya dan tidak disalahkan oleh beliau.

Orang syiah sendiri yang ngakunya sebagai pewaris estafet “tunggal” rasulullah itu memiliki konsep taqiyah.
Apa contoh ini termasuk strategi atau termasuk ktidakjujuran yg baik itu.
ikrarestart berkata
RELATIVE itu mah ngapain ditanyain lagi sih??
bikin pusing aja…!!!
“cabuuttt”
anama berkata
tampilan dan gayanya seperti blog nya pak enda?
tomy berkata
walah kok kagak pernah update
kecewa nih udah sering-sering kesini *ngapusi*