::mengapa kita berbeeda selera…????, ini disebabkan adanya kepentingan tertentu, sehingga pada tiap-tiap diberikan sesuatu yang a speciality, sedang unsur lainnya adalah pelengkap, unsur ini yg berperan untuk menguatkan faktor khusus itu, baik kesisi luar maupun kesisi dalam, sehingga yang dikutip hanya yg dapat meningkatkan qualitas faktor khusus itu tadi.
::mata, hanya sebuah sarana, seperti camera, jika fungsi fikiran (fungsi ini sebenarnya berada pada area ghoib) menginginkan melihat sesuatu, maka fikiran akan mengarahkan mata pada object.
hal fungsi mata dan fikiran, bisa juga diamati pada pandangan kosong, tidur dan koma
wallahu a’lam
——————-
Ini adalah pertanyaan seputar konsep sudut pandang…
Jika kita berpijak pada keyakinan yg sama, tentu biru kita akan sama…
Demikian sebaliknya…
Yang jadi masalah adalah..
Keyakinan setiap kita berbeda-beda…
Bahkan yang mengaku memiliki keyakinan yang sama pun, maka sesungguhnya memiliki perbedaan tingkatan / level….
Allah Maha Besar….
Diciptakan-Nya makhluk dg karakteristik unik…
Bahkan manusia kembar sekalipun memiliki sidik jari yang berbeda….
Bisa jadi biru kita berbeda…
Entah birunya lebih muda, atau birunya lebih tua…
sayah setuju ma y koment diatas sayah : Keyakinan setiap kita berbeda-beda…
Bahkan yang mengaku memiliki keyakinan yang sama pun, maka sesungguhnya memiliki perbedaan tingkatan / level….
yup… setiap value atau nilai akan berubah entah seberapa besar atau seberapa kecil nya itu dari keadaan absolut atau bentuk idealnya karena ekstraksi dari tiap kepala/tiap individu juga berbeda.
@jiki
heheh … kayak avatar sampeyan tuh, sama-sama kotak, ehh … dianya ternyata lebih kuning sendiri
memang … setiap kita adalah unik, dan mempunyai kecenderungan menjadi unik, walaupun di saat yang sama juga mempunyai kecenderungan untuk mengelompokkan kesamaan. kelihatan paradoks yah …
ya memang begitulah … sistem dasar kerja dari otak kita adalah mengelompokkan, konsekwensinya kita akan selalu menemukan kata “cocok” dan “nggak cocok”, “sama” dan “nggak sama”, “boleh” dan “nggak boleh”, dst … selalu begitu terus di rekursifkan …
memang, dunia ini hanya hitam/gelap dan putih/terang … tetapi sebagai mata, banyaknya gabungan warna yang mampu kita uraikan sebanding lurus dengan pengetahuan kita.
mengapa kita berbeda selera ?? « Senajan waton nanging maton berkata
[...] – samakah biruku dengan biruku ?? [...]
lebih biru mana antara pikiran dan mata kita ?? « Senajan waton nanging maton berkata
[...] - samakah biruku dengan birumu ?? [...]
zal berkata
::mengapa kita berbeeda selera…????, ini disebabkan adanya kepentingan tertentu, sehingga pada tiap-tiap diberikan sesuatu yang a speciality, sedang unsur lainnya adalah pelengkap, unsur ini yg berperan untuk menguatkan faktor khusus itu, baik kesisi luar maupun kesisi dalam, sehingga yang dikutip hanya yg dapat meningkatkan qualitas faktor khusus itu tadi.
::mata, hanya sebuah sarana, seperti camera, jika fungsi fikiran (fungsi ini sebenarnya berada pada area ghoib) menginginkan melihat sesuatu, maka fikiran akan mengarahkan mata pada object.
hal fungsi mata dan fikiran, bisa juga diamati pada pandangan kosong, tidur dan koma
wallahu a’lam
watonist berkata
ya ya … ya … *manggut-manggut*
sitijenang berkata
watonist berkata
blogkeimanan berkata
——————-
Ini adalah pertanyaan seputar konsep sudut pandang…
Jika kita berpijak pada keyakinan yg sama, tentu biru kita akan sama…
Demikian sebaliknya…
Yang jadi masalah adalah..
Keyakinan setiap kita berbeda-beda…
Bahkan yang mengaku memiliki keyakinan yang sama pun, maka sesungguhnya memiliki perbedaan tingkatan / level….
Allah Maha Besar….
Diciptakan-Nya makhluk dg karakteristik unik…
Bahkan manusia kembar sekalipun memiliki sidik jari yang berbeda….
Bisa jadi biru kita berbeda…
Entah birunya lebih muda, atau birunya lebih tua…
..:Allahu A’lam:..
jiki berkata
permisi numpang nyamfah
sayah setuju ma y koment diatas sayah : Keyakinan setiap kita berbeda-beda…
Bahkan yang mengaku memiliki keyakinan yang sama pun, maka sesungguhnya memiliki perbedaan tingkatan / level….
yup… setiap value atau nilai akan berubah entah seberapa besar atau seberapa kecil nya itu dari keadaan absolut atau bentuk idealnya karena ekstraksi dari tiap kepala/tiap individu juga berbeda.
watonist berkata
@jiki
heheh … kayak avatar sampeyan tuh, sama-sama kotak, ehh … dianya ternyata lebih kuning sendiri
memang … setiap kita adalah unik, dan mempunyai kecenderungan menjadi unik, walaupun di saat yang sama juga mempunyai kecenderungan untuk mengelompokkan kesamaan. kelihatan paradoks yah …
ya memang begitulah … sistem dasar kerja dari otak kita adalah mengelompokkan, konsekwensinya kita akan selalu menemukan kata “cocok” dan “nggak cocok”, “sama” dan “nggak sama”, “boleh” dan “nggak boleh”, dst … selalu begitu terus di rekursifkan …
memang, dunia ini hanya hitam/gelap dan putih/terang … tetapi sebagai mata, banyaknya gabungan warna yang mampu kita uraikan sebanding lurus dengan pengetahuan kita.
danalingga berkata
Kalau birumu sama biruku sama sama sejatinya biru, maka akan ku jawab sama.
watonist berkata
lalu … kapankah kita melihatnya sebagai biru yang sama ??
tapi .. ahh, aku tidak tahu apakah ini biru, hanya menurut kata orang-orang yang kayak gini ini memang biru
lovepassword berkata
Samakah biruku dengan birumu ?
Apakah biru itu ?
Apakah sama itu ?
Apakah aku dan kamu itu ?
mujahidahwanita berkata
Biru mata dan hati akan sama jika melihat dengan penglihatan melalui diri kita
Tetapi biru mata dan fikiran akan berbeda jika melihat dengan penglihatan Tuhan